7 Ilmuwan Islam yang Memiliki Pengaruh Besar dalam Ilmu Pengetahuan dan Kedokteran

Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Nasionalis.ID – Berbicara tentang Ilmuwan, tentunya kita tahu bahwa para Ilmuwan adalah orang-orang yang memiliki pemikiran dan daya kreatifitas tinggi. Selain itu mereka juga sering menekuni hal-hal dalam suatu bidang ilmu pengetahuan, mereka berulang kali melakukan suatu test, riset, ataupun percobaan, dengan tujuan menciptakan atau menghasilkan suatu penemuan baru.

Orang-orang seperti itu memang sangat pantas mendapat apresiasi, penghargaan atau sejenisnya. Karena pada dasarnya mereka bekerja dan mendedikasikan hidupnya dalam memperoleh suatu hal baru, yang berguna untuk kehidupan atau generasi selanjutnya.

Banyak sekali ilmuwan-ilmuwan yang sudah tercatat dalam sejarah, misalnya seperti Albert Einstein, tentunya banyak dari kita yang sudah tau siapa dia. Ya,, dia adalah seoran Ilmuwan Fisika Teoretis, berkat Teori Relativitas, penjelasan tentang Efek Fotolistrik serta sumbangan-sumbangannya dalam pengembangan Mekanika Kuantum, Mekanika Statistika, dan Kosmologi, Albert Einstein di anggap sebagai ilmuwan terbesar pada abad ke-20.

Selain Albert Einstein, masih banyak lagi ilmuwan-ilmuwan besar yang mendedikasikan hidupnya dalam ilmu pengetahuan, seperti Archimedes dengan Hukum Archimedesnya, Alfred Nobel sang penemu Dinamit yang juga mewakafkan hartanya untuk membuat Penghargaan Nobel.

Namun jika membicarakan membicarakan tentang Ilmuwan, pernahkah kalian terlepas dari nama-nama besar diatas dan bahkan terbayangkan nama-nama tokoh ilmuwan Muslim? Nah, bagi kamu yang belum tau siapa saja ilmuwan-ilmuwan muslim yang juga berpengaruh dalam bidang ilmu pengetahuan, berikut Nasionalis.ID berikan rangkumannya. Dan bagi kamu yang sudah tau tentang nama-nama ini, jangan ragu untuk membacanya dan mengingatnya lagi.


1. Al Khawarizmi (Bapak Aljabar)

al-khawarizmiMuḥammad bin Musa al-Khawarizmi atau yang lebih dikenal sebagai Al Khawarizmi, ia merupakan seorang ilmuwan asal Persia, yang ahli alam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi. Penemuannya tentang Aljabar yang tersemat dalam buku berjudul Al-Kitab al-mukhtaṣar fī ḥisab al-jabr wa-l-muqabala, membuat Al Khawarizmi disebut-sebut sebagai “Bapak Al-Jabar“.

Dalam karyanya yang pertama tersebut, Al Khawarizmi merangkum definisi aljabar dan juga memberikan solusi dari sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Selain buku tentang Aljabar, Beliau juga menyumbangkan karyanya dalam bukunya yang ke-2 yaitu Dixit algorizmi, yang sampai saat ini masih kita gunakan dan kita kenal dengan nama algoritma dalam manuskrip pemograman.

Disamping karya-karya besarnya, tak banyak yang bisa diketahui tentang kehidupannya bahkan kota dimana beliau dilahirkan. Namun, banyak yang menyebutkan bahwa Al Khawarizmi lahir sekitar tahun 780 di Khwarizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad.


2. Ibnu Sina (Bapak Kedokteran Modern)

ibnu sinaIbnu Sina lahir dengan nama lengkap Abu Ali al-Husayn bin Abdullah bin Sina pada tahun 980 di Bukhara dan wafat pada tahun 1037 di Hamadan, yang merupakan seorang ilmuwan, filsuf dan juga dokter. Beliau mendedikasikan hidupnya dunia kedokteran, beliau juga menjadi seorang penulis yang produktif di mana sebagaian besar karyanya berisikan tentang filosofi dan juga pengobatan.

Banyak sekali karya-karyanya dalam ilmu kedokteran yang ia rangkum dalam berbagai judul buku, dan beberapa karya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine atau juga dikenal sebagai Qanun (lengkap Qanun fi at thib).

Karya besarnya yang berjudul Qanun tersebut, menjadi kitab rujukan dalam dunia pengobatan modern, yang membuat Ibnu Sina di juluki oleh banyak orang sebagai “Bapak Pongabatan Modern“. Kualitas karya dan juga keterlibatannya dalam praktik kedokteran, mengajar, dan politik, menunjukkan tingkat kemampuan dan kecerdasan yang luar biasa dari seorang Ibnu Sina, atau dalam Dunia Barat disebut sebagai Avicenna.


3. Al Farabi (Guru Filsafat Kedua)

al farabiAbu Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Farabi (870-950) atau lebih dikenal dengan nama Al Farabi, adalah seorang ilmuwan dan filsuf islam yang berasal dari Farab, Kazakhstan. Sejak kecil Al Farabi selalu berpakaian rapi, dan beliau juga digambarkan memiliki kecerdasan istimewa dan bakat besar untuk menguasai hampir setiap subyek yang dipelajari sejak dini.

Al-Farabi adalah seorang komentator filsafat Yunani yang ulung di dunia Islam. Meskipun kemungkinan besar beliau tidak bisa berbahasa Yunani, namun beliau mengenal para filsuf Yunani, seperti Plato, Aristoteles dan Plotinus dengan sangat baik. Kemampuannya dalam memahami Aristoteles yang dikenal sebagai guru pertama dalam ilmu filsafat, membuat Al-Farabi juga dikenal sebagai “Guru Kedua” dalam ilmu filsafat setelah Aristoteles.

Kontribusinya terletak di berbagai bidang seperti matematika, filosofi, pengobatan, bahkan musik. Beberapa karyanya yang paling terkenal adalah Al-Madinah Al-Fadhilah (Kota atau Negara Utama), yang membahas tentang pencapaian kebahagian melalui kehidupan politik dan hubungan antara rejim yang paling baik menurut pemahaman Plato dengan hukum Ilahiah islam. Dan ada juga Al Musiq Al Kabir (Buku besar tentang musik), dimana beliau menuliskan temuannya tentang Not Musik dan beberapa alat musiknnya.


4. Al Battani (Bapak Trigonometri)

al-battaniBernama lengkap Abu Abdullah Muḥammad ibn Jabir ibn Sinan ar-Raqqi al-Ḥarrani as-Sabi’ al-Battani, beliau lahir pada tahun 850 di Harran, Arab dan wafat tahun 923 di Damaskus. Al Battani merupakan seorang atronom dan juga matematikawan besar pada masanya.

Al Battani terkenal melalui pencapaiannya dalam bidang astronomi, yakni tentang penentuan tahun matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik. Selain itu beliau juga menunjukkan pencapaian besarnya dalam bidan matematika dengan menemukan sejumlah persamaan trigonometri.

Persamaan Trigonometri:

{\displaystyle \tan a={\frac {\sin a}{\cos a}}}
{\displaystyle \sec a={\sqrt {1+\tan ^{2}a}}}

Ia juga memecahkan persamaan sin x = a cos x dan menemukan rumus:

{\displaystyle \sin a={\frac {a}{\sqrt {1+a^{2}}}}}

Dari pencapaian tersebut, Al Battani menadapat julukan sebagai “Bapak Trigonometri“. Karya lain dari Al-Battani yang tak kalah terkenal adalah Kitab az-Zij, atau buku tabel astronomi. Isi kitab tersebut sebagian besar didasarkan pada teori Ptolemy, dan sumber-sumber Yunani-Siria lainnya.


5. Jabir Ibn Hayyan (Bapak Kimia Modern)

Jabir Ibn HayyanLahir pada tahun pada tahun 750 di Irak, dalam Dunia Barat nama Abu Musa Jabir bin Hayyan lebih di kenal sebagai Geber. Beliau adalah seorang muslim yang ahli dibidang kimia, farmasi, fisika, filosofi dan astronomi, dan pencipta Kitab Al Kimya (diterjemahkan ke Inggris menjadi The Book of the Composition of Alchemy). Dimana buku tersebut berisikan penelitian-penelitian Jabir Ibn Hayyan dan menjadi rujukan ilmu kimia hingga sekarang.

 Jabir Ibn Hayyan menekankan bahwa kuantitas zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi, sehingga dapat dianggap, Beliau telah merintis ditemukannya hukum perbandingan tetap. Kontribusinya dalam dunia Kimia antara lain adalah penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut.

Tak hanya itu, Jabir Ibn Hayyan-lah yang menemukan asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, asam asetat, Beliau pula yang menemukan larutan aqua regia (dengan menggabungkan asam klorida dan asam nitrat) untuk melarutkan emas.

Temuan-temuan lain yang tak kalah menarik dari Jabir Ibn Hayyan adalah mengaplikasikan penggunaan mangan dioksida pada pembuatan gelas kaca, untuk pertama kalinya. Beliau juga mengaplikasikan pengetahuannya di bidang kimia kedalam proses pembuatan besi dan logam lainnya, serta pencegahan karat.

Penemuan-penemuannya di bidang kimia telah menjadi landasan dasar untuk berkembangnya ilmu kimia dan tehnik kimia modern saat ini. Salah satunya adalah catatannya tentang pemanasan wine akan menimbulkan gas yang mudah terbakar. Hal inilah yang kemudian memberikan jalan bagi Al-Razi untuk menemukan etanol. Dengan semua kontribusinya dalam ilmu kimia tersebut, tak elaknya membuat Jabir Ibn Hayyan mendapat julukan sebagai “Bapak Kimia Modern” (The Father of Modern Chemistry).


6. Ibnu Nafis (Ibnu Sina Kedua)

Ibnu NafisIbnu Nafis lahir pada tahun 1210 di Damaskus, dengan nama lengkap Al-Din Abu al-Hasan Ali Ibn Abi al-Hazm al-Qarshi al-Dimashqi. Pria dengan sebutan “The Second Avicenna” (Ibnu Sina Kedua) ini menimba ilmu kedokteran di Medical College Hospital, disana beliau belajar dengan sang guru, yaitu Muhalthab al-Din Abd al-Rahim. Tak hanya ilmu tentang kedokteran, Ibnu Nafis juga belajar tentang hukum islam.

Hingga akhirnya pada tahun 1236, Ibnu Nafis berhasil menyelesaiakan pendidikannya tersebut, dan meninggalkan tanah kelahirannya menuju Kairo, Mesir. Di sana, beliau belajar di Rumah Sakit al-Nassiri. Prestasinya yang gemilang membuat ia kemudian ditunjuk sebagai direktur rumah sakit tersebut.

Dari situlah Ibnu Nafis terus memperkaya ilmu kedokterannya, melalui berbagai observasi akhirnya Ibnu Nafis berhasil menjadi orang pertama yang secara akurat mendeskripsikan peredaran darah dalam tubuh manusia (pada 1242). Khususnya, ia merupakan orang pertama yang diketahui telah mendokumentasikan sirkuit paru-paru. Ia adalah orang yang pertama mengemukakan teori pembuluh darah kapiler.


7. Al Zahrawi (Bapak Ilmu Bedah)

al-zahrawiAbul Qasim Khalaf ibn al-Abbas az-Zahrawi (936-1013) atau lebih dikenal dengan nama Al Zahrawi, dan juga Abulcasis di Dunia Barat. Beliau adalah salah satu pakar di bidang kedokteran dan juga dokter bedah yang fenomenal pada masa Islam abad Pertengahan.

Al-Zahrawi mendedikasikan hidupnya untuk melakukan praktik dan mengajarkan ilmu-ilmu kedokteran, seperti merawat korban kecelakaan ataupun korban perang. Sebagai seorang dokter termasyhur, Al-Zahrawi pun diangkat menjadi dokter istana pada era kekhalifahan Al-Hakam II di Andalusia.

Namanya semakin terkenal atas karyanya yang luar biasa, yaitu Al-Tasrif. Karya tersebut berisi berbagai topik mengenai kedokteran, termasuk di antaranya tentang gigi dan kelahiran anak. selain itu, Al-Zahrawi juga secara rinci dan lugas mengupas tentang ilmu bedah, orthopedi, opththalmologi, farmakologi, serta ilmu kedokteran secara umum. Buku tersebut diterjemahkan ke bahasa Latin oleh Gerardo dari Cremona, yang kemudian menjadi sumber utama dalam pengetahuan bidang kedokteran di Eropa.


Nah,, gimana brad? Banyak juga kan tokoh-tokoh Islam yang memiliki pengaruh besar dalam ilmu pengetahuan ataupun kedokteran. Kalau kamu tau ilmuwan islam yang berpengaruh lainnya ataupun kamu punya koreksi yang lebih benar dari yang saya tulis di atas, jangan segan-segan untuk menyuarakan pendapat kalian di kolom komentar ya. Terima kasih….

Keywords:

  • apa saja pengaruh tokoh ilmuwan muslim terhadap perkembangan dunia
  • sebutkan tokoh islam yg memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan islam di indonesia
  • ilmuwan muslim 2016
  • nama ilmuwan yang termasuk kedalam kutubusittah
  • tokoh islam yang berpengaruh dalam ilmu pengetahuan
  • tokoh islam yang berpengaruh dalam perkembangan ilmu
  • tokoh islam yang mendedikasikan untuk dunia kesehatan
  • tokoh tokoh islam yang telah mendedikasikan untuk kesehatan
  • tokoh yang mendedikasikan untuk dunia kesehatan
About Arif Febri 81 Articles
Saya seperti yang Anda bayangkan

Be the first to comment

Cuap-cuap di sini gan!!!