6 Mualaf Di Dunia yang Dianggap Memiliki Pengaruh Besar Terhadap Islam

Islam Mempengaruhi Hidup Mereka, Dan Mereka Mempengaruhi Kehidupan Dunia Dengan Islam
Islam Mempengaruhi Hidup Mereka, Dan Mereka Mempengaruhi Kehidupan Dunia Dengan Islam

Nasionalis.ID – Menjadi agama yang paling sempurna di mata Allah SWT, membuat Islam banyak diminati dan dipelajari oleh umat manusia. Ajaran-ajaran yang diberikan mencakup semua hal yang ada di alam semesta, mulai dari hal yang harus dilakukan hingga hal paling dilarang untuk dilakukan, agar kehidupan manusia lebih tentram dan sejahtera. Bener nggak pren?

Bahkan, saking indahnya agama Islam, banyak orang semula beragama lain (seperti Kristen, Hindu, Budha) yang merubah keyakinannya dengan menjadi Mualaf. Kamu taukan apa itu Mualaf? Yup, Muallaf adalah sebutan bagi mereka yang mengubah keyakinan sepenuhnya memeluk islam. Nah, walaupun para Mualaf ini tidak memeluk agama Islam sejak lahir, tapi banyak dari mereka yang ternyata memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan dunia Islam. Berikut ini adalah Mualaf-mualaf yang paling berpengaruh.

1. Daniel Streich

Daniel Streich
Daniel Streich

Daniel Streich adalah seorang mantan anggota Partai Rakyat Swiss (Swiss People’s Party (SVP)) yang lahir di daerah Bulle, Fribourg. dia adalah seorang politikus terkenal dan penganut Kristen yang taat, bahkan semasa kecil, ia pernah bercita-cita menjadi pastur.

Semasa ia menjabat dan menjadi seorang berpengaruh dalam partai SVP, partai ternama di Swiss yang dihuni oleh cendekia, ilmuwan, pelajar, dan pegiat bukan dari kalangan Muslim. Tak hanya itu saja, parai ini termasuk partai nomer satu yang melarang ajaran Islam di Swiss, dan Streich sendiri adalah sosok yang paling vokal menyerukan penutupan masjid di seluruh penjuru Swiss.

Dalam upaya untuk meruntuhkan dan menyingkarkan Islam dari negaranya tersebut, Streich mempelajari ajaran Islam dan juga memahami isi Al-Qur’an. Hal itu ia lakukan bukan karena ia ingin masuk Islam, tetapi semata-mata untuk menentang dan beradu argumen dengan kaum Muslim pada prinsip-prinsip iman mereka.

Tak pernah ia sangka ssebelumnya, kalau ia justru malah akan kepencut dengan ajaran Islam yang indah. Semakin ia mempelajari ajaran-ajaran agama Islam, semakin dalam pula ia tenggelam dan larut dalam ajaran serta kahidupan agama yang hendak ia hancurkan tersebut. “Banyak perbedaan saya dapatkan ketika mempelajari Islam. Ajaran Islam memberikan saya jawaban logis atas pertanyaan hidup penting, dan tidak saya temukan di agama saya,” ujar Streich.

Setelah ia membaca 2 kalimat Syahadat, Streich mengumumkan secara terbuka kepindahan dari seorang Kristen menjadi seorang Muslim Dulu Streich merupakan seorang Kristiani yang sangat patuh, sekarang ia menjadi Muslimin yang taat. Dulu, ia sering meluangkan waktu membaca Al Kitab dan pergi ke gereja, tapi sekarang ia membaca Al-Qur’an dan melakukan shalat lima waktu setiap hari.

Dan setelah ia memutuskan untuk keluar dari Partai Rkyat Swiss, Streich memfokuskan perhatiannya dalam berperan-serta membangun Partai Konservatif Demokrat di Freiburg. Gerakan Streich yang baru ini bertentangan dengan gerakan dia sebelumnya dan ia menargetkan toleransi antar agama dan hidup berdampingan dengan damai, meskipun larangan mendirikan menara mesjid telah resmi secara hukum. Ia menentang keras larangan terhadap menara mesjid dan berharap bisa mendirikan mesjid ke lima Switzerland dan yang paling indah di Eropa.


2. Ingrid Mattson

Ingrid Mattson
Ingrid Mattson

Mattson adalah seorang wanita Muallaf yang dilahirkan di Waterloo, Ontario, Kanada tahun 1964. Dia lahir di tengah-tengah keluarga yang taat pada agama Katholik Roma, yang membuatnya juga dibesarkan dengan ilmu agama yang dianut kedua orangtuanya tersebut.

Masa-masa kecilnya sangat taat beragama Katholik, namun ketika menginjak usia remaja—sekitar umur 16tahunan, ia mulai merasa ragu dan memilih meninggalkan agama dari orang tuanya tersebut dan menjadi Atheis. Dia berfokus pada untuk menimba ilmu di Universitas Waterloo dan mengambil jurusan seni dan filsafat. Ketika menginjak akhir tahun perkuliahaannya, Mattson bersama teman-teman kuliahnya pergi ke Museum Louvre di Paris.

Disana ia bertemu dan berkenalan dengan beberapa mahasiswa/i muslim dari Senegal. Ingrid kagum dengan cara mereka menjaga diri dengan berpakaian tertutup serta bagaimana mereka menghindari perdebatan atau konfrontasi walaupun agama mereka dijelek-jelekkan.

Mulai saat itulah ia mulai tertarik dengan Agama Islam, dan ia mulai mempelajari ajaran-ajaran Islam dan memahami isi Al-Quran. Hingga akhirnya pada tahun 1986, Mattson memutuskan untuk masuk Islam dengan mengucapkan 2 kalimat syahadat yang menjadi syarat utamanya.

Tidak lama setelah memeluk Islam, Mattson menjadi relawan di Pakistan, yang akhirya mempertemukannya dengan  seorang laki-laki bernama Aamer Atek. Kemudian Ingrid Mattson dan Aamer Atek pun menikah dan tinggal di Amerika Serikat. Di tempat tinggalnya yang baru, Amerika, Mattson mulai mengenal sebuah organisasi Islam, yaitu Islamic Society of North America (ISNA).

Ingrid Mattson

Mattson berhasil meraih gelar Ph.D.-nya di studi Islam dari Universitas Chicago pada tahun 1999, dan kemudian membuatnya terpilih menjadi wakil presiden di ISNA tahun 2001. Dalam organisasi tersebut, Mattson termasuk orang yang sangat aktif, ia berusaha keras untuk mengubah citra Islam yang kerap buruk di pandangan publik Amerika, terlebih sejak kejadian WTC pada tahun 2001.

Akhirnya pada tahun 2006 Mattson akhirnya terpilih menjadi Presiden ISNA, yang membuatnya menjadi presiden wanita pertama dalam organisasi itu. Selain itu, Mattson juga sangat dikenal sebagai penasehat untuk film dokumenter pemenang penghargaan, siaran PBS Muhammad: Legacy of a Prophet (2002), yang diproduksi oleh Unity Productions Foundation.

Bagi Mattson, Islam sudah menjadi pelabuhan dirinya mencari jati diri. Dalam Islam, Ingrid merasa tenang dan berada di jalan yang dia yakini. Mattson mengatakan bahwa Islam adalah agama yang cinta kedamaian dan walau kerap diindentikkan dengan terorisme.


3. Abdullah Taki Takazawa

Abdullah Taki Takazawa
Abdullah Taki Takazawa

Takazawa adalah seorang muallaf yang berasal dari Jepang, tepatnya ia adalah mantan anggota geng Yakuza yang bertugas sebagai juru tato. Kau tentu sudah pernah mendengar apa itu Yakuza? Yup, itu adalah nama anggota geng yang amat terkenal dan ditakuti diseluruh Jepang, kebiasaan mereka yang peling terkenal adalah mentato tubuh mereka.

Bukan sekedar tato biasa, tapi mereka mengibaratkan tubuh mereka sebagai kanvas yang siap untuk dilukis, jadi tubuh mereka dipenuh dengan tato-tato unik dan tentu saja memiliki nilai seni tersendiri bagi mereka. Dari hal itu, kita bisa tau kalai para tukang/pembuat tato di geng tersebut, memiliki tempat dan sangat dihormati.

Begitulah Takazawa sebelum ia memeluk agama Islam, dia berpenampilan layaknya seorang gangstar sejati, dengan rambut gondrong dan tubuh penuh tato.

Kisahnya dimulai ketika Takazawa sedang berada didaerah Shibuya, disana ia bertemu dengan seorang pria berkulit putih dan juga jenggot putih, serta jubah dan sorbannya pun berwarna putih pula. Pria tua tersebut memberikan Takazawa sebuah kertas, dan menyuruhnya untuk membaca kalimat yang tertera di kertas tersebut.

Tak disangka-sangka ternyata kalimat tersebut adalah 2 kalimat syahadat, kalimat pengakuan tentang ke-Esaan Allah dan Nabi Muhamad adalah utusan-Nya. Takazawa yang sebelumnya menganut kepercayaan Shinto (seperti kebanyakan warga Jepang) mengaku kesulitan untuk mengerti dan memahami arti dari keseluruhan kalimat tersebut, tapi dia juga mengaku memang pernah mendengar kata Allah dan Nabi Muhamad.

imam-masjid-jepang-taku-takazawa_20160222_120740

Pertemuan singkatnya tersebut selalu membekas di hati dan pikirannya, ia merasa ingin sekali bertemu lagi dengan pria tua misterius itu. Setelah 2 tahun ia berpindah keyakinan ke agama Islam, ia dipertemukan kembali dengan pria yang telah mengubah hidupnya itu. Ternyata pria tersebut adalah salah seorang Imam di Masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi dan dalam pertemuan keduanya itu, sang Imam Masjid Nabawai meminta Takazawa untuk menunaikan ibadah Haji dan mendalami ilmu agamanya disana.

Ia pun melakukan haji ke Mekah atas undangan pemerintah Arab Saudi pada tahun 2008, melanjutkan studi dan melakukan dakwah selama berada di Saudi. Saat Takazawa berada di Madinah ia bahkan pernah menjadi Imam di Masjid Nabawi.

Sepulangnya dari Arab, Takazawa dipercaya untuk menjadi Imam di sebuah masjid besar di wilayah Kabukicho, Tokyo. Kini, Abdullah Taki Takazawa dikenal sebagai satu dari lima Imam besar Masjid yang ada di Jepang.


4. Bilal Philips

Abu Ameenah Bilal Philips
Abu Ameenah Bilal Philips

Nama lengkapnya adalah Abu Ameenah Bilal Philips, lahir pada tanggal 6 Januari 1946, di Kingston, Jamaica. Kedua orangtuanya merupakan guru, kakeknya bahkan seorang pendeta dan pakar Al Kitab, jadi tak heran jika Bilal menjadi seorang Kristen yang taat.

Kemudian di usianya yang 11 thaun, ia ikut bersama kedua orangtuanya ke Kanada, disanalah dia mengenyam pendidikan dan tumbuh menjadi seorang musisi lebih tepatnya pemain gitar profesional. Ketika kuliah di Universitas Simon Frasier di Vancouver, Kanada, Bilal kerap memainkan gitar dalam pertunjukan musik di klub-klub malam.

Bilal dan keluarganya sempat tinggal di Malaysia, dia juga tampil di panggung-panggung dan dikenal sebagai Jimmy Hendrix-nya Sabah di Malaysia Timur. Di Malaysia pula dia pertama kali mengenal agama Islam, namun karena pada saat itu usianya tehitung masih sangat muda, jadi sepertinya tidak terlalu memikirkan agama dan lebih memilih fokus menjadi musisi Rock.

Tapi ternyata agama Islam yang sempat menghapiri pikirannya tersebut membuatnya tertarik. Sekitar 6 bulan penuh ia habiskan untuk membaca buku-buku Islam dan berdiskusi tentang Islam, dari waktu yang singkat tersebut akhirnya ia memutuskan untuk masuk Islam pada tahun 1972.

Setahun setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, Philips mendaftarkan diri ke jurusan studi Islam di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi dan melanjutkan pendidikan ke Universitas Riyadh, untuk meraih gelar MA. Di sela-selanya menjadi seorang mahasiswa, Bilal sempat melakukan riset dan menuangkannya dalam buku-buku karyanya, yang berjudul “Polygamy in dalam Islam” dan “Fundamentals of Islamic Monotheism”.

Billal

Setelah meraih gelar MA-nya, Bilal bekerja di departemen agama markas besar Angkatan Udara Arab Saudi di Riyadh. Ketika itu “Perang Teluk” sedang pecah, dan ia ditugaskan untuk mengajar tentang agama Islam pada pasukan AS di basis-basis militer mereka di Bahrain dan di provinsi bagian timur Arab Saudi. Tak disangka-sangka, ia berhasil membuat lebih dari 3.ooo tentara AS tersadar dan akhirnya masuk Islam.

Tak hanya itu saja, ketika Bilal pergi ke AS untuk membantu memberikan bimbingan rohani bagi para tentara yang baru masuk Islam, melalui berbagai konferensi dan kegiatan, ia berhasil mendesak militer AS untuk membangun fasilitas-fasilitas mushola di seluruh basis-basis militernya. Pemerintah AS juga berkewajiban untuk meminta komunitas Muslim mengajukan kandidat ulama yang akan menjadi pembimbin rohani bagi tentara yang muslim di kemiliteran AS.


5. William Suhaib Webb

William Suhaib Webb
William Suhaib Webb

William Webb adalah seorang cucu dari seorang pengkhutbah gereja yang ternama di daerahnya, Oklahoma. Lahhir di tengah-tengah keluarga penganut Kristen pada tanggal 29 Juni 1972, membuatnya mengikuti ajaran-ajaran dari kedua orangtuanya dan kakeknya.

Ketika menginjak usia remaja, ia mulai merasa krisis tetang agama dan keyakinan yang dianutnya. Ia mulai terjerembab ke dunia kenakalan remaja, seperti mabuk-mabukan, menghisap ganja dan sebagainya, ahkan ia juga bergabung dengan geng lokal yang terkenal. Webb juga menjadi seorang DJ hip-hop dan produser lokal yang sukses, serta melakukan rekaman bersama sejumlah artis.

Mendapat semua kesuksesan tersebut tak membuat Webb merasa bahagia, “Aku sukses secara materiil, namun secara interal merasa kosong. Padahal hidupku dikelilingi uang, perempuan, klub, dan geng yang hebat. Semua berjalan dengan baik,” ujarnya.

Tak tinggal diam pun mempertanyakan tentang agama yang dianutnya kepada ibu serta kakeknya, namun sepertinya ia tak mendapat jawaban yang memuaskan dirinya. Lalu ia melakukan pendekatan terhadap ajaran-ajaran Islam, dan mendapat jawaban atas segala keraguan tentang agama yang selama ini dianutnya. Merasa puas dan cocok dengan Islam, Webb pun memutuskan untuk menjadi muallaf dan melengkapi namanya menjadi William Suhaib Webb.

Setelah masuk Islam Webb meninggalkan karirnya di dunia musik yang telah menghidupinya itu dan dia mengikuti gairahnya unutk menyelami dunia pendidikan. Setelah memperoleh gelar sarjananya di University of Central Oklahoma, ia berguru mengenai ilmu-ilmu Islam secara intensif dari seorang ulama terkenal berdarah Senegal.

suhaib-webb-600x338

Sejak itu ia terus mendalami ilmu-ilmu tentang agama Islamnya dan ahirnya ia masuk Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar Kairo. Setelah beberapa tahun belajar bahasa Arab dan hukum Islam di sana, Webb menjadi kepala Departemen Penerjemahan Inggris di Darul Iftah al-Misriyyah. Tak hanya itu saja, ia juga menyelesaikan hafalan Alqurannya di Makkah, dan telah mendapatkan sejumlah ijazah (lisensi yang menunjukkan standar keulamaan yang tinggi).

Ilmu agamanya, telah menyebar luas, membuat Webb diminta menjadi imam di Komunitas Islam Oklahoma, di mana ia rutin memberikan khutbah, mengajar kelas-kelas agama, dan menjadi konselor bagi keluarga dan pemuda Muslim di sana. Bahkan, pernah menggalang dana sebesar 20.000 dollar AS untuk janda dan anak-anak pemadam kebakaran yang tewas dalam serangan 11 September.

Semua dedikasinya untuk agama Islam, membuat Webb masuk dalam daftar 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia menurut Royal Islamic Strategic Studies Center. Dan laman situs internetnya, www.suhaibwebb.com, terpilih sebagai “Blog of The Year” terbaik setahun sebelumnya.


6. Malcolm X

Malcolm X
Malcolm X

Mungkin banyak dari kamu yang sudah tak asing lagi dengan nama Malcolm X ini. Dia adalah seorang tokoh Muslim Afrika-Amerika aatau lebih tepatnya muallaf dan aktivis hak asasi manusia, yang lahir pada tanggal 19 Mei 1924 di Omaha, Nebraska. Ayahnnya, Earl little, adalah seorang pendeta yang vokal terhadap Baptis, aktivis Pan Afrikanisme, dan pemimpin lokal dari Universal Negro Improvement Association (UNIA).

Namun pada saat itu kehidupannya terancam, karena adanya sebuah organisasi bawah tanah pembela kulit putih bernama Ku Klux Klan, yang menganggap UNIA sebagai penyebar masalah. Pernah dengar Ku Klux Klan? Organisasi itu adalah organisasi yang terkenal bengis, kerap menimbulkan keresahan, mereka suka membakar rumah, membunuh orang kulit hitam, bahkan orang kulit putih yang dicurigai membela/menyembunyikan orang kulit hitam, mereka bunuh pula.

Ketika usia Malcolm baru menginjak 15 tahun, ayahnya meninggal tertabrak Trem. Walaupun pihak kepolisian menyatakan ayahnya tergelincir/terpleset, tapi ada saksi yang mengatakan kalau ayah Malcolm sengaja didorong oleh orang kulit putih yang diduga sebagai anggota Black Legion (kelompok pembela supremasi kulit putih dan Ku Klux Klan).

Kejadian tersebut, membuat Malcolm kalang kabut, hingga ia terjerembab kedunia hitam. Ketika ia dan keluarganya pindah ke Harlem (sebuah tempat yang dipenuhi orang kulit hitam di New York), ia terlibat dalam transaksi obat bius, perjudian, pemerasan, perampokan, dan mucikari.

Tahun 1945, ia kembali ke Boston, disana ia mulai serangkaian kejahatan lainnya, yaitu merampok dan mencuri orang kulit putih yang kaya. Tapi disana pula ia tertangkap sebagai seorang pencuri dan dipenjara 8 hingga 10 tahun.

Kehidupan barunya dimulai ketika ia mendekam dipenjara, ia bertemu dengan John Bembry, yang merubah ia menjadi seorang kutu buku. Keluarganya, tepatnya saudara-saudaranya kerap berkirim surat dengannya, dimana surat tersebut kebanyakan berisi tentang ajaran-ajaran Nation of Islam (NoI).

Ternnyata ajaran-ajaran yang diberikan oleh NoI banyak yang cocok dengan pribadi Malcolm, sehingga pada suatu hari ia mengirim surat kepada pemimpin Nation of Islam, Elijah Muhammad. Dalam surat balasanya, Elijah menyarankan Malcolm untuk meninggalkan masa lalunya, dengan rendah hati membungkuk dalam doa kepada Allah, dan berjanji untuk tidak terlibat dalam perilaku merusak lagi.

Setelah keluar dari penjara, Malcolm terus berkembang bersama ajaran-ajaran Islam di organisasi barunya itu. Tak lama setelah itu, ia terpilih untuk memimpin Kuil Nomor Tujuh di Harlem, di mana ia dengan cepat memperluas keanggotaan Nation of Islam. Pada saat itu pula ia merubah namanya menjadi Malcolm X.

Namanya terus terkenal sebagai pemimpin kelompok tersebut, bahkan seorang petugas polisi menyatakan kegaumannya terhadapa Malcolm X dengan mengatakan kepada New York Amsterdam News: “Tidak ada satu orang pun yang boleh memiliki pengaruh sebesar itu.”

Tapi pada tanggal 1 Desember 1963, Malcom X memutuskan untuk keluar dari Nation of Islam. Sala satu alasannya adalah ketegangan antara Malcolm X dan Elijah Muhammad. Elijah merasa cemas Malcolm X membeberkan rumor perselingkuhan Muhammad dengan seorang sekretaris wanita, tindakan yang bertentangan dengan ajaran NoI.

BRAND_BIO_Bio-Shorts_Malcolm-X-Mini-Biography_0_172236_SF_HD_768x432-16x9

April 1964, Malcolm X menunaikan ibadah haji, disana ia mengerti dan memahami sesuatu yang baru, menurutnya “semua warna kulit, dari seorang berambut pirang bermata biru sampai orang Afrika yang berkulit hitam”, berinteraksi satu sama lain, membawanya untuk melihat Islam sebagai sarana untuk mengatasi masalah rasial.

Sekembalinya dari Ibadah Haji, Malcolm X mendirikan Organization of Afro-American Unity pada 28 Juni 1964. Dan pada 21 Februari 1965, pada saat akan memberi ceramah di sebuah hotel di New York, Malcolm X tewas diujung peluru tiga orang Afrika-Amerika yang ironisnya dia perjuangkan nilai-nilai dan hak-haknya serta tidak ada yang tahu siapa dan apa di balik kematiannya. Kendati demikian, impian Malcolm X menyebarkan visi antirasisme dan nilai-nilai Islam yang humanis, menggugah kalangan Afro-Amerika dan dunia


Nah, itulah ke-6 Muallaf yang memiliki pengaruh cukup besar dalam dunia Islam. Memang, Allah seringkali menunjukkan kekuasaan serta hidayahnya terhadap orang-orang tak terduga sebelumnya. Tapi terbukti mereka yang dianggap baru mengenal Islam ketika usianya sudah dewasa, memiliki kekuatan dan pengaruh besar terhadap perluasan agama yang mereka yakini lebih benar. Bagaimana menurut kamu pren?

Keywords:

  • mualaf william suhaieb
  • rekomendasi dunia mualaf
  • aamer atek
  • muallaf penuh tato
  • pemimpin nation of islam yang terkenal yang menjadi guru bagi pemimpin berukut adalah
About Arif Febri 81 Articles
Saya seperti yang Anda bayangkan

1 Comment on 6 Mualaf Di Dunia yang Dianggap Memiliki Pengaruh Besar Terhadap Islam

Cuap-cuap di sini gan!!!