7 Komponis Jenius dan Terhebat di Dunia yang Namanya Terus Populer Sepanjang Masa

Kisah Hidup 7 Komponis Terhebat di Dunia
Kisah Hidup 7 Komponis Terhebat di Dunia

Nasionalis.ID – Dalam dunia musik, apalagi musik klasik, istilah Composer tentu sudah bukan barang asing lagi. Kamu tau nggak apa itu Composer? Composer dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Komponis (bukan Komposer), yaitu seseorang yang menulis serta menciptakan komposisi musik (versi asli/original) dalam bentuk instrumental ataupun vocal, dan biasanya diteruskan kepada orang lain untuk dimainkan dalam format solo, duo, trio, quartet san seterusnya hingga orchestra.

Menjadi seorang komponis tentu bukanlahh perkara mudah, mereka harus bisa menyusun dan menyelaraskan nada-nada hingga menjadi sebuah musik yang enak didengar. Selain itu, mereka juga harus memiliki telinga yang peka terhadap bunyi nada-nada dasar, mulai dari do re mi fa so la si hingga variasi-variasinya. Bahkan jika seorang komponis tersebut benar-benar handal atau bisa dibilang berbakat, mereka bisa tahu nada dasar dari bunyi yang dihasilkan benda-benda disekitarnya.

Sejak jaman dulu dunia yang kita tinggal ini, sudah banyak melahirkan komponis-komponis handal, yang namanya tetap populer bahkan ketika mereka sudah tiada. Seperti Sehingga patutlah mereka disebut sebagai komponis terbaik sepanjang masa. Dan siapa sajakah mereka? Berikut daftarnya versi Nasionalis.ID

1. Johannes Brahms, Jerman (1833 – 1897)

Johannes Brahms
Johannes Brahms

Kamu tentu tau dong lagu “nina bobo”? Nah, instrumen aslinya adalah salah satu karya besar dari Johannes Brahms, yang berjudul “Lullaby” (atau biasa dikenal Brahms’ Lullaby). Tapi kamu tau nggak siapa itu Johannes Brahms? Dia adalah seorang Komponis dan juga Pianis yang lahir tanggal 7 Mei 1833 di Hamburg, Jerman, dan dia juga merupakan salah satu komponis yang paling berpengaruh di Era Romantic (zaman yang berlanglung tahun 1815–1910).

Perjalanan Karir

Brahms mengasah kemampuan bermain pianonya kepada guru piano bernama Otto Cossel, lalu menjadi murid Eduard Marxsen (satu pemain piano terkenal di Hamburg) pada tahun 1846, dan memulai konser solo perdanannya pada bulan September 1848.

Kemudian pada tahun 1850, Brahms bertemu dengan Eduard Remenyi (seorang pemain biola berbangsa Hongaria) yang mengajarkan kepadanya gaya musik zingarese (gaya gipsi), yang pada masa itu diakui banyak orang sebagai musik rakyat Hongaria asli yang. Brahms mengikuti Remenyi dalam suatu tur konser, dari sana ia bertemu banyak penampil-penampil utama, salah satunya adalah Joseph Joachim (pemain biola yang menjdai teman dekat Brahm).

Sebagai seorang pemain piano yang handal, Brahms sering menampilkan sendiri karya-karyanya secara perdana, hingga pada tahun 1853, bertemu dengan Clara Schumann (istri komponis Robert Schumann) yang terkesan ketika mendengar Brahms memainkan Sonata Piano in C mayor, Op. 1, dan menyebutnya sebagai pianis Jenius. Kemudian mereka berdua bekerja sama, selain itu Clara juga menuangkan kekagumannya kepada Brahms dengan menulis artikel dalam Neue Zeitschrift fur Musik.

Akhir Karir

Brahms dan istrinya
Brahms dan istrinya

Banyak sekali karya yang sudah dihasilkan Johannes Brahms, mulai dari komposisi musik untuk piano, ansambel musik kamar (Chamber Music), orkestra simfoni, dan untuk penyanyi serta paduan suara. Hingga akhirnya pada tahun 1890, Brahms memutuskan untuk menghentikan kegiatan sebagai komponisnya setelah ia menyelesaikan Kuintet Gesek Op. 111.

Banyak karyanya merupakan bagian dari repertoar standar konser klasik hingga saat ini dan Op. 49 No. 4 yang berjudul Wiegenlied, (selain Lullaby) merupakan salah satu dari banyak karyanya yang sangat terkenal. Brahms juga merupakan salah satu pelopor dalam ilmu musikologi. Ia sangat tertarik dengan musik Barok dan mengedit buku-buku musik Handel dan Couperin. Pada tanggal 3 April 1897, Brahms meninggal dunia di Wina, Austria (tempat tinggalnya) akibat menderita kanker liver.

Quote Johannes Brhams:


2. Giuseppe Verdi, Italia (1813 – 1901)

Giuseppe Verdi
Giuseppe Verdi

Dia adalah seorang komponis berkebangsaan Italia, yang dikenal karena musik-musik opera ciptaannya, beberapa karya yang populer antara lain Aida, Rigolertto, dan La Traviata. Komponis yang lahir pada tanggal  10 Oktober 1813 di Le Roncole, dengan nama lengkap Giuseppe Fortunino Francesco Verdi ini, dianggap sebagai salah satu komponis yang paling berpengaruh pada zaman Romantik (zaman yang berlangsung tahun 1815 – 1910) dan pada saat itu pula, ia mendominasi musik Italia.

Perjalanan Karir

Verdi mulai memperkenalkan karya pertamanya yang berjudul Oberto, Conte di San Bonifacio dan pada saat pentas di gedung opera La Scala di Milan pada tahun 1839, ia mendapat tanggapan positif dan pujian dari para penonotonnya. Dengan menciptakan karya berjudul Nabucco tahun 1843, nama Giuseppe Verdi menjadi sangat terkenal di masyarakat, bahkan pada tahun 1871 opera karyanya yang paling terkenal yaitu “Aida”, dipertunjukkan untuk merayakan pembukaan Terusan Suez di Mesir.

Giuseppe Verdi sangat menganggumi naskah-naskah sandiwara karya William Shakespeare, salah satu opera karyanya yang berjudul “Othello”, terinspirasi dari lakon sandiwara bernama Othello karangan William Shakespeare. Ketika Alessandro Manzoni (penyair senegaranya) meninggal, Verdimenulis Messa da Requiem pada tahun 1874 sebagai penghormatan untuknya dan sebagai bukti kemampuannya menulis selain musik opera. Karena Messa da Requiem kini dinilai sebagai adikarya tradisi oratorio (tempat berdo’a).

Akhir Karir

Nasionalis

Semasa hidupnya, Verdi meraih banyak penghargaan atas kemampuannnya sebagai komponis, tapi selain itu dia juga aktif di dunia politik dan bersama teman-temannya, verdi dikenal sebagai tokoh proses reunifikasi Semenanjung Italia. Opera ke-26 berjudul “Falstaff” yang diciptakannya tahun 1892, dinyatakan sebagai karya terakhir dari Giuseppe Verdi, sebelum ia meninggal pada 27 Januari 1901 (umur 87) di Milan.

Quotes Giuseppe Verdi:


3. Franz Liszt, Hungaria (1811 – 1886)

Franz Liszt
Franz Liszt

Franz Liszt alias Ferenc Liszt adalah seorang komponis, pianis dan juga guru musik asal Hungaria, yang lahir pada tanggal 22 Oktober 1811 di Raiding. Bakat sebagai pemusik ia peroleh dari sang ayah, Adam Liszt, yang juga seorang pemain piano, biola, cello, serta gitar, dan ia pula yang memberi pelajaran musik kepada Franz sejak usia 7 tahun.

Perjalanan Karir

Pada tahun 1821, saat ia dan ayahnya pindah ke Vienna, Franz belajar piano dari sang guru musik bernama Carl Czerny dan pelajaran membuat komposisi musik dari Antonio Salleri. Setahun kemudian tepatnya bulan Desember 1822, Franz memulai konser pertamannya di Vienna, dan ternyata mendapat tanggapan positih, sehingga membuatnya dikenal dan diterima oleh kaum bangsawan Austria dan Hungaria serta aktif membuat konser di berbagai negara Eropa. Sebuah pencapaian gemilang disaat usianya yang masih 11 tahun.

Ketika ayahnya meinggal di tahun 1826, Franz mulai kehilangan semangat bermusiknya, ia memilih untuk banyak berdiam diri dan membaca-baca buku seni serta agama. Setelah ia menikah dan memiliki 2 ank, Franz kembali aktif dalam dunia musikal dan semakin banyak menghasilkan berbagai komposisi dan karya baru. Buku-buku yang telah baca ketika tinggal bersama ibunya tersebut malah menjadi inspirasi dan memberikan pengaruh terhadap karya-karya musiknya.

Sejak itu ia sering tur konser antar negara, yang menyebabkan ia dan istrinya harus berpisah dan namanya pun semakin dikenal luas di Eropa, karena ia sering menyumbangkan keuntungan konsernya untuk amal dan gerakan kemanusiaan. Pada tahun 1847, ketika karirnya sebagai pianis mencapai puncak, Franz memutuskan untuk berhenti bermain di konser-konser, dan memilih untuk lebih fokus pada pembuatan kompisisi musikal serta membantu para musisi-musisi lain.

Pada saat itu pula dia membuat kreasi bentuk musik baru yang disebut puisi simfonis, suatu karya musik orkestra yang menggambarkan puisi, cerita, lukisan, atau sumber non-musikal lainnya, dan karya ini menginspirasi para pelajar untuk datang berguru kepadanya.

Akhir Perjalanan

Nasionalis

Hingga tahun 1863an, Franz terus menciptakan komposisi-komposisi baru dan mendirikan Royal National Hungarian Academy of Music (kini dikenal Liszt Academy of Music) di Budapest, yang merupakan salah satu sekolah musik ternama di dunia.

Selain puisi simfonis, peninggalan Franz Liszt yang tak kalah berpengaruh adalah permainan piano solo, termasuk B minor Piano Sonata, Années de Pèlerinage dan etude. Seorang pianis yang lebih tepat disebut sebagai komponis berpengaruh dari pada komponis besar ini, meninggal pada tanggal 31 Juli 1886 akibat radang paru-paru atau bahasa kerennya pneumonia.

Quotes Franz Liszt:

About Arif Febri 81 Articles
Saya seperti yang Anda bayangkan

Be the first to comment

Cuap-cuap di sini gan!!!