Misteri, 3 Kasus Pembunuhan Berantai yang Sampai Saat ini Belum Terungkap Siapa Pelakunya

Kasus Pembunuh Berantai Yang Menggemparkan

Nasionalis.ID – Pembunuhan berantai (Serial Killer) seringkali memberikan kesulitan bagi para penyilidik yang mencoba memecahkan kasus tersebut. Yah, karena motif yang mendasari mereka melakukan pembunuhan sadis cenderung tidak biasa, tidak ada unsur perampokan ataupun balas dendam. Jadi satu-ssatunya alasan mereka melakukan hal itu karena ingin memenuhi hasrat membunuhnya, atau bisa dikatakan mereka senang membunuh orang.

Istilah pembunuh berantai muncul sekitar tahun 1970-an, adalah mereka yang membunuh beberapa orang dalam waktu yang berbeda-beda, dan biasanya pembunuh berdarah dingin ini memilih korbannya secara acak (tidak dikenal oleh pelaku). Tentu saja hal itu meresahkan warga yang berada di lingkup sang pembunuh, karena tanpa terpikirkn sebelumnya mereka (warga) bisa saja menjadi korban pembunuhan berantai tersebut.

Dalam dunia perfilman, kita sering melihat para pembunuh berdarah dingin yang membunuh para korbannya dengan sangat rapi, tanpa meninggalkan jejak sedikit pun, sehingga menyulitkan pihak polisi untuk mengetahui siapa pelaku pembunuhan tersebut. Namun taukah kamu, kalau di dunia nyata ada pula kasus pembunuhan berantai yang tidak diketahui siapa pelakunya? Berikut informasinya..

Jack The Ripper

Ilustrasi Jack The Ripper
Ilustrasi Jack The Ripper

Mungkin sebagian dari kamu sudah pernah mendengar nama “Jack The Ripper”. Yup, itu adalah sebutan untuk seorang pelaku pembunuhan berantai didearah kumuh Whitechapel, London tahun 1988, bahkan ketika istilah “pembunuh berantai” sendiri belum dikemukakan. Dia menjadi legenda yang terus menghantui masyarakat di kawasan Whitechapel, dan membuat psikopat tersebut memiliki nama julukan lain, yaitu “Whitechapel Killer”.

Jack The Ripper membunuh para targetnya dengan cara menggorok/memotong tenggorokannya menggunakan benda tajam, kemudian memutilasi dan mengambil organ dalamnya. Kebanyakan korban yang dipilih adalah wanita tunasusila atau pekerja seks komersial di kawasan kumuh Whitechapel.

Kiri Atas (Mary Ann Nichols), Kanan Atas (Annie Chapman), Kiri Bawah (Elizabeth Stride), Kanan Bawah (Catherine Eddowes)
Korban: kiri atas (Mary Ann), kanan atas (Annie Chapman), kiri bawah (Elizabeth Stride), kanan bawah (Catherine Eddowes)

Antara bulan April 1888 hingga Februari 1891 di kawasan Whitechapel memang banyak sekali terjadi kekerasan terhadap perempuan, sehingga sangat sulit untuk menemukan siapa dibalik pembunuhan berantai tersebut. Selain kekerasan, pada bulan-bulan itu juga telah terjadi 11 kasus pembunuhan dimana semua korbannya adalah perempuan. Dari semua 11 korban yang, hanya 5 korban yang ditetapkan sebagai hasil karya Jack The Ripper, karena hanya ke-5 korban tersebut yang memiliki garis luka miring ditenggorokan, mutilasi bagian perut dan kelamin, serta beberapa organ dalamnya telah hilang. 5 korban resmi Ripper yang disebut “Lima Kanonis” antara lain :

  • 31 Agustus 1888 di Buck’s Row (sekarang Durward Street), Whitechapel, Mary Ann Nichols ditemukan tewas dengan 2 luka bekas sayatan di leher, sayatan diperut dan bagian bawah perutnya robek dengan luka yang dalam bergerigi
  • 8 September 1888 di Hanbury Street 29, Spitalfields, Annie Chapman ditemukan tewas dengan luka yang hampir sama, sayatan dileher, perutnya robek dan rahimnya telah diambil.
  • 30 September 1888 di Dutfield’s Yard, Berner Street, Whitechapel, Elizabeth Stride ditemukan tewas karena arteri utamnya terputus akibat gorokan pisau di sisi kiri lehernya.
  • 30 September 1888 di Mitre Square, City of London, tak lama setelah Stride, Catherine Eddowes ditemukan tewas dengan luka sayatan dileher, perutnya robek terbuka dengan sayatan yang panjang dan dalam, serta ginjal kiri dan rahimnya juga telah diambil.
  • 9 November 1888 di Dorset Street, Spitalfields, korban yang ke-5 ini mungkin yang paling parah dan sadis. Mary Jane Kelly ditemukan tewas tergeletak dikamarnya, lehernya hampir putus karena digorok hingga menembus tulang belakang, hampir semua organ diperutnya diambil dan jantungnya pun juga hilang.

Beberapa warga yang merasa tidak puas dan kecewa terhadap kinerja polisi, memutuskan bergabung dengan relawan dan membentuk Whitechapel Vigilance Committee, mereka berpatroli dijalan-jalan untuk menemukan sosok-sosok yang mencurigakan. Tukang daging, tukang jagal, dokter, dan ahli bedah awalnya dicurigai sebagai tersangka, karena mereka lebih relevan dengan mutilasi yang terjadi pada para korban, namun alibi dari semua tukang daging dan tukang jagal sangatlah kuat, alhasil mereka tersingkir dari investigasi dan dibebaskan dari tuduhan.

Isi Surat "From Hell"
Isi Surat “From Hell”

Mengingat Jack The Ripper mengambil organ dalam korbannya, kemudian munculah indikasi bahwa sang pelaku merupakan seorang yang memiliki pengetahuan tentang anatomi dan juga ahli dalam bedah-membedah. Dugaan semakin diperkuat ketika sebuah surat (judul surat “From Hell”) diterima oleh George Lusk (Ketua Whitechapel Vigilance Committee), surat tersebut dikirim bersamaan separo ginjal manusia didalam sebuah kotak, ginjal yang diawetkan dan diduga milik salah satu korban. Setelah dilalukan pemeriksaan, ternyata ginjal tersebut memanglah ginjal bagian kiri manusia, namun tidak diketahui pasti apakah ginjal laki-laki atau perempuan.

Selain surat berjudul From Hell tersebut, masih banyak lagi surat-surat yang diterima oleh para anggota WVC, yang kebanyakan mengaku merekalah Jack The Ripper sebenarnya. Namun karena tidak ada bukti-bukti yang kuat dan relevan, sehingga polisi mengesampingkan hal itu dan mereka dianggap mengada-ada. Kemudian pihak berwajib menetapkan beberapa tersangka, mulai dari ahli bedah, bangsawan, orang berpendidikan, namun tetap tidak membawakan hasil. Meskipun puluhan bahkan ratusan teori, yang mencoba mengungkap pelaku dan banyak profil yang menunjukkan identitas pelaku, namun siapakah Jack The Ripper sebenarnya masih tetap tidak diketahui dan menjadi misteri hingga saat ini.

About Arif Febri 81 Articles
Saya seperti yang Anda bayangkan

Be the first to comment

Cuap-cuap di sini gan!!!