5 Hal Baik Yang Bisa Ditiru Indonesia Dari Korea Utara, Negara Diktaktor Dengan Sistem Pemerintahan Yang Kejam

Hal baik yang bisa ditiru dari korea utara
Hal baik yang bisa ditiru dari korea utara

Nasionalis.id – Sebagian besar penduduk dunia yang mendengar kata Korea Utara pasti akan mendeskripsikanya sebagai negara diktaktor yang terisolasi dari negara luar, bahkan saking tertutupnya negara ini sempat menimbulkan rasa penasaran masyarakat dunia tentang kehidupan orang – orang disana. Ketertutupan Korea Utara pada dunia luar ini sebenarnya bukan tanpa alasan, hal tersebut dikarenakan negara yang didirikan Kim ill sung ini memang menganut falsafah juche atau hidup diatas kekuatan kaki sendiri atau berdikari. Bahkan mendiang presiden AS Ronald reagan pernah mengatakan bahwa Korea Utara adalah makhluk langka yang masih tersisa diplanet ini. Tak hanya itu, negara yang kini di pimpin oleh Kim Jong Un ini juga dikenal mempunyai banyak kontroversi, seperti isu tentang senjata pemusnah masal “nuklir” dan juga tentang hukuman eksekusi mati yang dikenal tidak manusiawi pada narapidana di negara tersebut. Mengerikan memang jika membayangkan bagaimana kejamnya sistem pemerintahan yang di anut negara tersebut, bahkan sempat tersiar kabar jika ada salah satu warga negara Korut yang tertuduh membelot dari sistem kepemimpinan akan langsung dieksekusi mati. Begitu banyak simpang siur mengenai kengerian Korea Utara, tapi tahukah kamu jika diantara hal – hal negatif yang diberitakan oleh media terkait negara tersebut ternyata masih ada hal – hal baik yang dilakukan Korut demi kemajuan negaranya, bahkan hal – hal tersebut bisa ditiru oleh Indonesia agar menjadi negara yang lebih baik lagi dari segi pemerintahan, ekonomi dan pendidikan. Hal – hal apa saja yang harus membuat Indonesia berguru pada Korea Utara tersebut, berikut ulasannya;

Negara yang berdiri sendiri

Militer Di Korea Utara
Militer Di Korea Utara

Tidak perlu penjelasan yang lebih gamblang lagi kita semua pasti sudah tahu jika Amerika memang punya pengaruh besar terhadap negara – negara di dunia, baik soal kebijakan, ekonomi dan lain sebagainya bahkan bisa dibilang Indonesia juga masih sangat terpengaruh dengan negara yang di kenal “adikuasa” ini. Tapi berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Korea Utara, mereka berani menentang semua kebijakan barat dan Amerika meskipun pada akhirnya harus terisolasi dan dikucilkan oleh negara – negara lain di dunia. Namun langkah berani yang dilakukan Korea Utara tersebut tidak selalu berbuah pahit, karena tidak terpengaruh oleh kebijakan barat dan Amerika, Korea Utara dengan leluasa membangun negrinya sendiri. Tidak hanya dalam segi ekonomi tapi juga dalam segi militer Korea Utara dengan bebas membangun dan mengelolanya sendiri, lantas apakah Indonesia berani meniru langkah berani yang dilakukan Korea Utara ? entahlah karena keputusan ini hanya bisa diambil oleh mereka yang duduk di kursi tertinggi negeri ini. Tapi cukup disayangkan memang jika negri yang terkenal dengan sumber dayanya yang melimpah ini terus – terusan dijarah oleh pihak barat beserta kebijakan – kebijakannya dan hanya membuat Indonesia menjadi pembantu di tanahnya sendiri.


Tegas dalam melawan tindak korupsi

Eksekusi Mati Koruptor Korea Utara
Eksekusi Mati Koruptor Korea Utara

Berbahagialah para koruptor yang lahir dan hidup di Indonesia, karena di negeri ini para tikus – tikus bisa dengan leluasa menjarah dan memperkaya dirinya sendiri. Bahkan hukuman untuk kejahatan luar biasa yang melanggar hak ekonomi dan hak sosial masyarakat ini masih terbilang ringan dan belum memenuhi rasa keadilan masyarakat, bahkan para koruptor ini masih bisa hidup enak meskipun telah menyandang predikat narapidana miris memang !. Tapi hal tersebut akan berbeda dengan apa yang dilakukan Korea Utara untuk melawan tindak korupsi, Kim Jong Un putra dari Kim Jong Il sekaligus pemimpin Korut saat ini memang dikenal tegas dalam menjatuhi hukuman mati pada terdakwa korupsi di negaranya. Hukuman mati yang ditetapkanya-pun tidak pandang bulu, siapapun yang melakukan korupsi akan dieksekusi mati, sekalipun itu kerabatnya sendiri. Tak hanya itu metode hukuman mati yang digunakan Korut untuk mengeksekusi terpidananya juga terbilang sangat ekstrim, seperti ditembak pasukan bersenjata mesin, diracun, dibakar hidup – hidup hingga ditembak dengan mortir, harga yang pantas untuk kejahatan yang dilakukan koruptor. Sebenarnya kekejaman Kim ini sendiri bukan tanpa alasan, karena apa yang dilakukannya murni lantaran ingin membebaskan negara dari para koruptor dan kini telah terbukti tidak masuknya nama Korea Utara dalam daftar negara paling korup di dunia. So Indonesia ? masih adakah alasan hak asasi untuk eksekusi mati atas tindakan yang melanggar hak asasi.


Hampir seluruh warganya melek huruf

Sistem Pendidikan Korea Utara
Sistem Pendidikan Korea Utara

Di Korea Utara pendidikan wajib berlangsung sebelas tahun dan dan melewati satu tahun jenjang pra-sekolah, empat tahun pendidikan dasar dan enam tahun pendidikan menengah. Kurikulum sekolah di Korea Utara terdiri dari pokok bahasan akademik dan politik. Pendidikan tinggi tidak diwajibkan di Korea Utara, meskipun begitu di negara tersebut telah disediakan lembaga – lembaga pendidikan seperti universitas, sekolah profesional, dan sekolah teknik. Sekilas memang tidak terlihat berbeda dengan sistem pendidikan yang ada di Indonesia, namun sedikit perbedaan terletak pada penerapan heuristika yang dilakukan secara aktif oleh Korea Utara untuk membangun kemandirian dan kekreatifan para siswanya dan lebih hebatnya lagi, kesadaran warga negara Korut akan pentingnya pendidikan sangat luar biasa. Bahkan Korea Utara adalah salah satu negara yang paling melek huruf di dunia, dengan proporsi 99% jadi bisa dibilang hampir seluruh warga negaranya bisa membaca. Untuk urusan ini tentu sangat berbeda jauh dengan yang dialami Indonesia, di dalam negeri sendiri kesadaran warga negaranya akan pendidikan sangat kurang dibanding Korut bahkan terpaut jauh. Mungkin warga negara Indonesia bisa menjadikan Korut sebagai panutan akan pentingnya pendidikan pada setiap individu.


Menggunakan produk buatan negeri sendiri

Leopard Car Korea Utara
Leopard Car Korea Utara

Ketergantungan Indonesia akan produk luar negeri (impor) bisa dibilang sudah sangat parah. Banyak produk – produk impor yang kini semakin merajai pasaran dalam negeri, mulai dari kosmetik, barang elektonik bahkan sampai mainan anak – anak. Padahal jika dinalar Indonesia sendiri sebenarnya bisa memproduksi barang – barang seperti itu. Dan yang lebih membuat miris lagi, Indonesia juga mengimpor beras dari negara lain. Coba bayangkan saja! Indonesia adalah lumbung padi, banyak pertanian padi yang mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia, kenapa tidak menggalakan produksi dalam negeri ? kenapa Indonesia bisa sampai impor beras ? Entah apa penyebabnya, mungkin memang kondisi ini sengaja diciptakan oleh pihak – pihak tertentu untuk mencari keuntungan pribadi. Hal ini jauh berbeda dengan apa yang dilakukan Korea Utara, hampir seluruh kebutuhan negaranya selalu dicukupi menggunakan produk dalam negeri. Ambil contoh di bidang transportasi yaitu mobil, Korut menjadi satu – satunya negara yang tidak memiliki produk – produk mobil buatan Jepang bahkan mobil – mobil buatan negara lain juga tidak akan dijumpai di negara tersebut. Semua mobil yang digunakan di negara komunis tersebut harus buatan Korea Utara. Lhah di Indonesia ada SMK yang bisa buat mobil, nggak dikembangkan atau di fasilitasi malah masih ngimpor mobil juga, kan wagu !


Penggunaan kendaraan pribadi dikontrol sangat ketat

Jalanan Korea Utara yang Nampak Sepi
Jalanan Korea Utara yang Nampak Sepi

Salah satu penyebab orang Indonesia tidak tepat waktu adalah kemacetan, terutama dikota – kota besar di Indonesia. Sebenarnya ini bukan karena penyediaan jalan raya yang kurang memadai atau dinas daerah yang tidak becus mengurus dan membangun jalan raya. Tapi ini memang riil karena derajat sosial, karena orang – orang di Indonesia mempunyai sebuah budaya unik, dimana kalau kamu mau dianggap dan dipandang orang lain kamu harus punya kendaraan pribadi, paling nggak motorlah. Nah banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan kendaraan pribadi inilah yang membuat kondisi jalanan sering macet. Namun kondisi ini tidak berlaku di Korea Utara, pemerintahan disana memiliki kebijakan dimana hanya orang – orang tertentulah yang diperbolehkan menggunakan kendaraan pribadi, seperti pejabat militer, pejabat pemerintahan, dan anggota partai saja. Bahkan populasi kendaraan di jalan-jalan Korut hanya sekitar 30.000 unit. Itu artinya, negara dengan populasi penduduk 24 juta jiwa ini hanya memiliki 1 mobil untuk setiap 800 orang. Nah Ini mungkin bisa menjadi salah satu cara ekstrim untuk mengurangi tingkat kemacetan yang ada di Indonesia.

Memang sudah sewajarnya Indonesia berbenah diri, tidak hanya pada sistem pemerintahannya saja tapi juga masyarakatnya. Sepertihalnya Korea Utara yang nobenenya adalah negara yang minim sumber daya bahkan dikucilkan negara – negara lain tapi tetap mampu berdikari, mungkin juga sistem pemerintahan Korea Utara banyak ditentang dan dibenci banyak orang, tapi jangan sampai kebencian terhadap suatu hal tersebut malah menutupi hal-hal yang baik tentangnya. Nah mungkin Indonesia bisa meniru beberapa hal baik dari Korea Utara tersebut untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang lebih baik lagi. Oke genk mungkin itu aja, yang jelas Indonesia Kudhu Maju !

Keywords:

  • korea utara kejam
  • pendidikan di korea utara
  • pendidikan di korut
  • sistem pemerintahan korea utara
  • negara korut
  • kemandirian korut
  • negara korea utara
  • sistem pendidikan korea utara
  • kengerian korea utara
  • produk korea utara

Be the first to comment

Cuap-cuap di sini gan!!!