5 Teori Yang Menjelaskan Bagaimana Alam Semesta ini Akan Berakhir

Nasionalis.id – Entah apa yang membuat tubuh saya sangat gemetar jika mendengar kata semesta, apakah karena kemegahan atau bagaimana semesta ini bisa tercipta sehingga bisa kita huni bersama mahluk hidup lainya. Entahlah rasanya otak ini terlalu sempit untuk memikirkan bagaimana kehidupan di alam ini bisa terjadi, hanya sedikit yang kita ketahui tentang alam ini dari ribuan, jutaan, bahkan milyaran misteri semesta yang belum terpecahkan sampai saat ini. Mungkin kamu sering bertanya – tanya apakah cerita alien dengan kecerdasanya yang luar biasa serta kisah mengerikan tentang black hole itu memang benar adanya ? satu hal yang bisa saya katakan dan juga sudah tertulis diatas, bahwa semua itu adalah bagian dari misteri yang ada di alam semesta ini. Tapi tahukah kamu apa yang lebih menarik ketimbang setiap misteri semesta tersebut, yaitu bagaimana terjadinya sebuah pemusnahan masal yang meliputi peradaban beserta mahluk hidup di alam semesta ini tanpa terkecuali. Iya Kiamat, sebuah bencana akbar yang menempatkan umat manusia dan jagad raya ini sebagai objek yang akan dilenyapkan eksistensinya. Sebuah peristiwa besar yang akan meluluh lantakan siapa saja yang meyakini maupun tidak meyakini kebenaran peristiwa itu sendiri. Sebuah kehancuran yang lebih mengerikan daripada tragedy Pompeii yang tidak akan pernah bisa kita diprediksi kapan terjadinya, bahkan para ilmuwan dengan tingkat kecerdasan diatas rata – ratapun mengalami kesulitan dalam mempelajari skenario pemusnahan masal ini. Namun dari beberapa penelitian ilmiah yang dilakukan para pakar ilmiah tersebut, telah ditemukan teori – teori ilmiah untuk menjawab pertanyaan “Bagaimanakah kiamat nanti akan terjadi?”. Apa dan bagaimana teori – teori akhir zaman tersebut ? baca yang di bawah ini !!

THE BIG CRUNCH

THE BIG CRUNCH teori
THE BIG CRUNCH teori

Sepertihalnya yang telah dikemukakan oleh penelitian bahwa penciptaan alam semesta dan kehidupan didalamnya dimulai dari sebuah dentuman besar atau yang disebut Big bang, yang terjadi sekitar 13,7 miliar tahun yang lalu. Dari tahap itulah para ilmuwan meyakini bahwa alam semesta terus mengembang. Namun, pengembangan itu tidak akan terus-menerus terjadi. Pada suatu titik memadai, semesta ini nanti akan berhenti mengembang dan kembali menyusut, semua akan ditarik oleh gaya gravitasi hingga hanya tersisa lubang hitam terbesar (black hole). Dari sinilah mulai dikemukakan teori akhir semesta yang disebut Big Crunch (Keruntuhan Total) yang menyatakan jagat raya akan akan hancur, runtuh dan lenyap dalam panas dan penyusutan dahsyat yang bahkan lebih kecil dibandingkan sebuah proton. Inilah masa dimana semua bentuk kehidupan yang kita kenal akan musnah. Sampai saat ini para ilmuwan masih menguji teori Big crunch ini dan terus memperkirakan nasib semesta pada akhir masanya nanti.

THE BIG BOUNCE

THE BIG BOUNCE teori
THE BIG BOUNCE teori

The Big Bounce merupakan teori kosmologi yang mempunyai kemiripan dengan sebuah kepercayaan yang dianut umat Buddhisme, yaitu reinkarnasi. Dalam teori ini menyatakan bahwa kiamat atau akhir zaman itu tidak ada, yang ada hanyalah reinkarnasi semesta. Teori ini juga menerangkan bahwa Big Bounce, Big Bang dan Big Crunch adalah suatu siklus kehidupan yang ada dalam semesta, dimana semesta tercipta lewat dentuman besar Big Bang, mengembang, menyusut serta musnah dalam bentuk Big Crunch dan kembali ke dalam satu titik tunggal untuk memulai alam semesta kembali melalui Big Bounce. Teori ini masih menjadi suatu perdebatan karena masih diragukan kebenaranya, dan satu – satunya cara untuk membuktikan teori ini adalah dengan mengalaminya sendiri. Lima miliar tahun mendatang, Matahari akan menjadi bintang raksasa merah yang akan memusnahkan kehidupan di bumi. Teori Big Bounce tidak akan terbukti kecuali umat manusia bisa bertahan dari kiamat Bumi dan hidup hingga triliunan tahun mendatang.

THE BIG FREEZE

THE BIG FREEZE teori
THE BIG FREEZE teori

Dikenal sebagai skenario hari kiamat paling mematikan sekaligus menjadi teori akhir zaman yang paling bisa diterima, berlawanan dengan teori Big Crunch yang menjelaskan semesta akan lenyap karena penyusutan dahsyat dan hanya menyisakan sebuah lubang hitam besar. Dalam teori Big Freeze menerangkan bahwa musnahnya semesta terjadi karena proses mengembangnya yang tanpa batas, sedangkan materi yang ada didalamnya akan terus menua bahkan meluruh menjadi radiasi. Bintang-bintang akan menua dan hancur dan tidak akan ada energi yang cukup tersisa untuk menyalakan yang baru, lubang hitam akan menguap dan akhirnya partikel cahaya akan lenyap. Apabila bintang di alam semesta mulai hancur, termasuk matahari, manusia tinggal menunggu apakah bumi akan membeku akibat kehilangan matahari atau terbakar akibat ledakan radiasi yang dihasilkan oleh ledakan bintang raksasa lain yang jumlahnya miliaran di alam semesta ini.

THE BIG RIP

THE BIG RIP teori
THE BIG RIP teori

Teori Big Rip menjelaskan bahwa alam semesta akan terus mengembang dan semakin cepat setiap harinya. Dr Mat Pier dari University of Portmouth menjelaskan, ketika awal pembentukan, pengembangan semesta ketika masih muda diperlambat oleh gravitasi. Namun, sejak awal penciptaan alam semesta dan setelah lima miliar tahun berlalu, laju pengembangan semesta semakin cepat karena dipengaruhi oleh kekuatan misterius yang disebut dark – energy. Lama kelamaan alam semesta diprediksi akan tumbuh tak dikendali, bahkan mampu menyamai kecepatan cahaya. Hal ini dapat membengkokkan perencah alam semesta dan menyebabkan hancurnya galaxi, planet dan musnahnya bintang – bintang di jagad raya. Akibatnya, alam semesta akan kosong, hanya memegang partikel tunggal yang tidak berhubungan dengan apa pun yang ada. Dalam situasi ini seluruh umat manusia perlahan-lahan akan membusuk menjadi radiasi, benar-benar menghilang setelah luruh ke dalam dirinya sendiri atau terkoyak seperti kecepatan ekspansi alam semesta. Sebuah skenario yang benar – benar akan melenyapkan siklus kehidupan makhluk hidup jagad raya.

VACCUM METASTABILLITY EVENT

VACCUM METASTABILLITY EVENT teori
VACCUM METASTABILLITY EVENT teori

Vaccum Metastabillity Event adalah sebuah teori akhir zaman yang menjelaskan bahwa alam semesta eksis dalam kondisi yang tidak stabil, beberapa orang meyakini bahwa alam semesta kita sedang “berjungkat-jungkit” diujung stabilitas. Dan itulah yang membuat para pakar ilmuwan berteori, milyaran tahun dari sekarang, alam semesta akan “jatuh ke tepi”. Pada saat masa itu terjadi, suatu titik di dalam alam semesta ini akan muncul sebuah gelembung. Dimana gelembung tersebut akan mengembang dalam kecepatan cahaya dan menghancurkan semua hal yang disentuhnya, termasuk semua kehidupan di alam semesta ini.

Itulah teori – teori yang menjelaskan bagaimana semesta ini akan berakhir, benar tidaknya tentang teori – teori tersebut belum bisa dipastikan karena hari akhir tersebut belum terjadi. Terlepas dari itu semua, kita sebagai umat manusia hanya bisa menunggu dan meyakini bahwa kelak alam semesta ini memang akan benar – benar dimusnahkan. Bagaimana dan kapan peristiwa itu akan terjadi hanya Tuhan yang tahu, satu hal yang jelas bahwa kiamat itu semakin dekat, tidak mungkin semakin jauh. Oke mungkin itu aja, semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan buat kamu yang punya pendapat lain tentang hari kiamat, bisa langsung coret – coret di kolom komentar.

Be the first to comment

Cuap-cuap di sini gan!!!