5 Alasan Kenapa Sinetron Indonesia Kalah Telak Dibanding TV Series Amerika

Tv series Amerika VS Sinetron Indonesia

Nasionalis.id – Sebenarnya bukan hal yang pantas kalau mau membandingkan hasil karya anak negeri sendiri dengan hasil karya bule Amerika Serikat, khususnya dalam hal sinetron. Ya tapi apa boleh buat memang inilah faktanya kalau jarak sinetron dalam negeri dengan Tv series buatan negeri Paman Sam memang terpaut jauh, bahkan alasannya sangat terlihat jelas karena dari segi kualitas baik akting, jalan cerita,efek dan penyampaian pesan moral yang ditampilkan sinetron lokal dengan Tv series Amerika bagaikan bumi dan langit. Apalagi banyak hal buruk yang bukan pada tempatnya juga ikut dimasukan kedalam sinetron lokal, seperti adegan cinta – cintaan anak sekolah yang menurut saya sedikit berlebihan dan konon katanya membuat anak – anak dibawah umur matang sebelum waktunya. Silahkan anggap saya orang yang kritis dan bawel mengenai perkembangan mental anak tapi saya yakin kalau pemikiran tentang buruknya sinetron lokal ini tidak saya rasakan sendiri, banyak pihak diluar sana yang juga merasakan hal serupa. Bahkan tidak sedikit juga yang menganggap kalau sinetron lokal itu tidak lebih dari hiburan murahan, alih-alih mendapat pesan moral yang berguna bisa mendapat tontonan yang layak saja sudah syukur. Jadi memang sudah sewajarnya kalau sineas dalam negeri harus banyak belajar dari sineas luar negeri yang memang lebih keren dalam membuat Tv series, ambil contoh Amerika.

Dan berikut adalah alasan kenapa sinetron lokal itu kalah dengan Tv series buatan Amerika :

Cerita yang kreatif dan menarik untuk diikuti

Mr. Robot tv series
Mr. Robot tv series

Entah dapat inspirasi darimana tapi sineas negeri Paman Sam memang selalu bisa menemukan dan menampilkan ide-ide kreatif serta tema gila dalam setiap Tv series-nya. Misalnya saja Vikings yang mengambil tema bajak laut atau Mr.Robot yang mengisahkan seorang hacker penyendiri atau mungkin tema hero seperti The Flash dan Supergirl. Sineas Amerika selalu bisa menampilkan tema yang bervariasi sehingga penonton tidak akan merasa bosan dengan cerita yang diberikan, belum lagi ketegangan bak film Box Office yang ditampilkan disetiap detil ceritanya. Berbeda dengan sinetron lokal yang selalu monoton dan seakan dipaksakan agar terlihat menarik, bahkan tak jarang alur ceritanya bisa ditebak, belum lagi budaya latah yang dianut. Dimana saat salah satu tema sinetron menjadi terkenal selalu saja ada sinetron lain yang ikut-ikutan, entah mau aji mumpung atau apa cuma mereka yang tahu.

Aktor-aktris berpengalaman

Tv series terbaik !
Tv series terbaik !

Mungkin ini juga yang menjadi salah satu  faktor kesuksesan Tv series Amerika. Yups, setiap Tv series Amerika memang selalu menggunakan aktor dan aktris yang memiliki talenta kelas dewa. Selain itu aktor dan aktris yang dipilih kebanyakan memiliki pengalaman dalam berakting, baik itu di serial Tv maupun di Film layar lebar. Kita ambil contoh dalam serial Mr.Robot, dalam Tv series bertema hacker tersebut tokoh utamanya yaitu Elliot Alderson yang diperankan oleh Rami Malek, nah jam terbang Rami Malek dalam berakting tidak bisa diragukan lagi karena Rami Malek sendiri juga ikut serta dalam film layar lebar seperti Night at the Museum, Need for Speed juga Twilight. Jadi singkat cerita industri film Amerika itu anti dengan amatiran. Berbeda dengan di Indonesia, sama sekali tidak ada persaiangan ketat dalam pemilihan peran di sinetron, tidak ada parameter akting ataupun pengalaman yang penting cantik & ganteng udah langsung take. Mungkin memang tidak semuanya tapi pemilihan aktor dan aktris yang asal-asalan inilah yang bisa menghilangkan feel dari sebuah sinetron yang harusnya memiliki cerita yang mantap.

Totalitas tanpa batas

The Walking Dead Tv series
The Walking Dead Tv series

Inilah yang membuat saya dan mungkin juga penikmat lain takjub dengan Tv series Amerika, yaitu totalitas yang ditunjukan para pemain dan kru-nya yang benar-benar tanpa batas dan tidak setengah-setengah. Oke kita mulai dari persiapan pembuatan Tv series-nya, di Amerika persiapan syuting Tv series itu kira-kira 4-7 bulan sebelum penayangannya sehingga hasil yang di dapatkan memang benar-benar kelas wahid, itupun juga 4-7 bulan syuting cuma dapat 3-21 Episode saja. Belum lagi efek – efek badas yang dimasukan serta set latarnya, make – up dan ledakan memang dibuat se-epic mungkin, ngga percaya ? coba tonton The Walking Dead ! dari mulai aktor dan aktris, efek apocalypse dari wabah zombie, make – up, benar – benar digarap dengan penuh totalitas. Bayangin aja untuk ukuran Tv series dibuat dengan sebegitu seriusnya. Jadi ngga heran kalau setiap Tv series buatan Amerika banyak diminati. Kalau tayangan series kita gimana ? jangan terlalu berharap mendapat ketegangan seperti series luar, perbandingannya sangat jauh, dari segi persiapan saja tidak seserius Tv series luar dan kebanyakan rumah produksi sinetron Indonesia itu terlalu memikirkan uang dan rating. Ingat bung barang berkualitas itu mahal harganya !!

Belum lagi proses syuting yang terkesan amburadul. Maksud saya gini, sinetron Indonesia itu sekarang sistemnya kejar tayang, jadi waktu yang dibutuhkan untuk pengambilan gambar itu sangat singkat jadi hasilnya ya gitu, ngga total setengah – setengah, separo doang. 

Jumlah episode yang pas

Sherlock tv series
Sherlock tv series

Di Amerika tidak ada serial televisi yang tayang setiap hari, tapi setiap minggu sekali. Durasi tiap series yang diputar juga tidak terlalu panjang, sekitar 45 menit sampai 1 jam. Episodenya juga tidak banyak, jadi setiap season mereka cuma buat belasan dan kalaupun paling banyak itu cuma 2o-an episode. Jadi penonton memang dibuat benar – benar dibuat penasaran dari kelanjutan cerita series-nya. Kalau di Indonesia dari mulai jam tayang, durasi, sampai episodenya benar – benar gila. Bayangin aja sinetron yang sama tayang setiap hari dengan durasi panjang, bahkan ada salah satu sinetron ya sebut saja Anak Gelandangan tayang sampai 2 jam. Belum lagi kalau ratingnya bagus, episode bakalan diperpanjang sampai ratusan episode, gila ngga tuh ? Kalau yang mau ditonton itu cuma aktor dan aktrisnya yang bening sih ngga bakalan komplain, nah kalau ada penonton yang lebih bijak untuk mengikuti jalan citanya ? penasaran engga, bosen iya !

Penyampaian nilai moral yang jelas

LEGION
LEGION

Dan alasan terakhir adalah penyampaian pesan moral, series luar seperti Legion misalnya dimana mengisahkan Michael seorang malaikat yang dulunya pernah membantai umat manusia di zaman nabi Nuh, malah berbalik memihak manusia usai kehancuran yang diciptakan oleh musuhnya yaitu malaikat Gabriel. Series ini juga mengajarkan kalau di dalam kehancuran selalu ada kebaikan yang didapat. Di indonesia gimana ? tenang aja pada series lokal memang ada nilai moralnya. Banyak ngga ? banyak kok tapi ngga sebanyak episode yang dibawanya, kamu juga butuh kaca pembesar untuk mencari nilai-nilai moral yang tersembunyi. Bingung ? Intinya gini, pada series lokal nilai moral memang diselipkan tapi mungkin cuma satu sampai tiga nilai moral aja dan itupun terkesan hal yang dipaksakan. Ambil contoh cerita penyiksaan seorang ibu tiri kepada seorang anak yang menjadi tokoh utamanya, si tokoh utama ini seakan beradegan sabar, pasrah dan ikhlas dan menganggap kejahatan yang dilakukan sang ibu tiri akan disadarkan dengan kebaikan dari si tokoh utama. Yups memang masuk nilai moralnya, tapi nilai moral ini jauh dari penerapan di kehidupan nyata bahkan justru terkesan lebay.

Mungkin itu alasan yang perlu kamu tahu tentang apa yang membuat sinetron Indonesia kalah dari Tv series Amerika. Bukan mengatakan kalau semua sinetron Indonesia itu buruk, masih ada yang bagus dan nilai moralnya juga ngena banget tapi bukan sinetron yang sekarang melainkan yang zaman dulu. Sebut saja Si Doel dan Lupus, sinetron yang keren serta syarat akan nilai moralnya. Bukan hal baik juga kalau menganggap kalau sineas lokal itu tidak bisa menghasilkan karya yang baik apalagi dengan munculnya slogan “Cintailah produk dalam negeri” semakin membuat saya pribadi semakin merinding untuk membahas topik ini. Tapi memang inilah yang terjadi dan juga sudah saatnya bagi sinetron Indonesia untuk berbenah, tidak perlu langsung untuk mengugguli Tv series Amerika tapi setidaknya jadikanlah tolak ukur. Mungkin bisa dimulai untuk memperbaiki cerita, durasi, dan lain-lainnya. Saya yakin jika sinetron Indonesia berkualitas pasti akan lebih banyak digemari ketimbang Tv series luar 😀

Keywords:

  • sinetron amerika
  • kenapa sinetron indonesia kalah
  • sinetron asing vs senetron lokal
  • sinetron di amerika
  • kenapa sinetron indonesia tidak bermutu
  • Sinetron indonesia vs luar negeri
  • sinetron indonesia vs barat
  • Sinetron Indonesia Amburadul
  • sinetron Indonesia buruk
  • sinetron indonesia

1 Comment on 5 Alasan Kenapa Sinetron Indonesia Kalah Telak Dibanding TV Series Amerika

  1. Setuju banget. Ada lagi contoh kayak series Agent of Shield. Itu efek dan teknologi yg dipakai hampir sama atau mungkin sama kayak pembuatan film. Trs kayak series Glee, pendalam dalam perannya itu ngena banget. Jadi kita ikutan ngerasain apa yang disampaikan dalam series itu. Mereka juga pakai sistem “season”.

Cuap-cuap di sini gan!!!