Konsep LAPS Dalam Mencapai Titik Sukses Dalam Menulis

Kalau saya ingat-ingat masa lalu, awal mula menekuni dunia tulis-menulis, sulit sekali untuk menemukan cara terbaik untuk membuat sebuah karya tulis yang bagus, menarik dan enak dibaca.

Berbulan-bulan saya berada dalam tekanan mencari cara dan teknik menulis yang cocok untuk saya. Saya mengalami proses pergualatan yang cukup rumit dan pelik.

Belajar banyak ragam teknik. Baca buku ini-itu. Bertandang ke pustaka dan toko buku. Belanja banyak buku panduan menulis yang baik dan benar. Saya mengalami proses panjang, melalui banyak rintangan, belajar dari banyak hal.

Sampai akhirnya saya berhasil menemukan cara dan teknik menulis saya sendiri.

Saya akhirnya menemukan keselarasan antara apa yang saya pikir dan apa yang saya tulis. Saya sampai pada titik: menulis mengalir… Dan ketika masa itu datang, saya merasakan luapan senang tak terkira, haru tak terhingga. Sebuah usaha keras yang tak sia-sia.

Saya tolehkan penglihatan ke belakang, ternyata telah banyak jejak yang saya tinggalkan. Banyak karya yang telah saya tulis.

Suatu pengalaman berharga yang tak akan saya lupakan sampai kapanpun. Pengalaman itu mengajarkan saya akan arti: kerja keras meraih cita dan kesabaran tinggi dalam menempuhi jalannya.

Mari saya beri sedikit jabaran akan tahapan yang telah saya lalui itu.

Waktu pertama terjun ke dunia penulisan, saya tak punya secuilpun pengetahuan tentang cara menulis. Saya tidak tahu cara membuat kalimat yang baik; tidak tahu cara menciptakan paragraf yang benar; apalagi harus membuat bab, sulitnya minta ampun. Hanya tanda tanya besar yang tertempel besar di kepala saya.

Lalu, apa yang saya lakukan kemudian?

Saya bergegas keluar dari zona nyaman saya. Saya loncat dari kasur; bergegas keluar rumah; cepat-cepat bertandang ke pustaka; berburu buku sastra; membaca dengan rakus. Semua saya tujukan untuk satu hal: Membunuh kebodohan.

Pada tahapan ini, saya tengah memprakekkan satu huruf awal dari LAPS, yaitu huruf L, Learn yang berarti belajar.

Setelah belajar sebanyak mungkin tentang cara menghasilkan karya tulis yang baik. Saya segera praktekkan pengetahuan saya. Kalau mentok, bertanya sama senior. Kalau mentok lagi, cari panduan di internet. Kalau mentok lagi, saya ikut pelatihan menulis. Saya buka mata dan kepala, tanya sana-sini kepada orang yang saya anggap layak untuk ditanya.

Hasilnya…. saya berhasil menelorkan beberapa cerpen. Walaupun tak jelas bercerita tentang apa dan tentu tidak pernah diterbitkan.

Pada tahapan ini saya tengah melangkah maju, saya tengah menerapkan kata kedua dari LAPS, yaitu A, Actionyang Berarti praktek.

Setelah belajar dan praktek, ternyata banyak informasi yang saya dapatkan itu sempat membuat saya bingung menerapkannya. Banyaknya tips dan panduan ini-itu membuat saya galau harus melangkah kemana dan ikut jalan siapa.

Syukurnya waktu itu, saya mengerti betapa pentingnya menghargai proses dalam menguasai sebuah keahlian. Untuk menjadi ahli, saya harus mau mengalami tahap demi tahapnya. Saya harus rela menjalani hari-harinya dengan tekun.

Saya sadar seratus persen, bahwa belajar dan praktek tahap demi tahap itu penting. Saya yakin demikian karena saya telah mengalami hal serupa dalam belajar di sekolah, dulu. Untuk menguasai satu mata pelajaran, saya harus rela menempuhi tahap-tahapannya dengan tekun dan sungguh-sungguh.

Pengalaman itu saya terapkan dalam dunia penulisan yang sedang saya geluti. Saya berupaya menenangkan diri dan berusaha bangkit lagi walaupun sering jatuh-bangun. Saya tetap terus menulis. Saya yakin betul bahwa orang akan mendapatkan “ujian” sesuai tingkatan pelajaran yang sudah diterimanya.

Pada tahapan ini, saya sebenarnya tengah menerapkan kata ketiga dari LAPS, yaitu P, Persistence yang berarti tekun terus-menerus.

Saya ambil tindakan dengan serius. Saya mengkondisikan diri untuk fokus. Saya rilekskan jiwa dan raga untuk menulis terus dan terus. Ketika berjuta halangan merintang, saya berupaya rileks. Istirahat tidur sejenak untuk tenangkan gejolak agar kemudian berusaha action lagi. Saya tidak pernah menyerah (Baca artikel terkait disini).

Sampai pada akhirnya aksi terarah yang telah saya lakukan terus-menerus itu mulai mendatangkan hasil. Sedikit demi sedikit saya mampu menulis dengan lancar. Dan bulan-demi bulan berlalu sampai tahunpun berganti… istilah “mengalir”-pun dengan senang hati mampir dan merapat kedalam diri. Alhamdulillah.

Dan setelah masa itu tiba, segalanya menjadi serba asyik, segalanya berubah menyenangkan. Usaha yang sungguh-sungguh tadi akhirnya berbuah hasil yang manis. Saya sudah mulai bisa menulis mengalir, lancar. Apa yang ada dibenak langsung bisa saya tuliskan di kertas atau saya ketik di komputer. Dan dalam beberapa bulan setelah mengalami aliran deras itu… akhirnya saya bisa menyelesaikan beberapa karya dan menerbitkannya.

Beberapa pengalaman dan karya itu saya tuangkan dalam situs saya: Cara Menulis Buku dot com. (Silakan berkunjung, ya…)

Dan pada tahapan inilah saya telah menggenapkan keempat kata dari LAPS, yaitu S,  Succes yang berartiberhasil.

Dan harapan saya begitu juga kepada anda. Sebab kita sebenarnya sama, sama-sama memiliki potensi untuk bisa menulis dengan baik dan benar. Dengan mengikuti LAPS, mudah-mudahan jalannya menjadi semakin terang.

Mulailah dengan belajar, lalu praktekkan dengan sabar dan tekun, dan ketika anda mempu menjalaninya sampai pada titik “mengalir”, anda sebenarnya tinggal satu langkah untuk mencapai sukses.

Ya, LAPS adalah sebuah konsep yang akan mengajarkan anda arti perjuangan sesungguhnya. LAPS adalah konsep yang akan membuat anda mau belajar. LAPS adalah konsep yang akan membuat anda segera mempraktekkan apa yang anda pelajari. LAPS juga akan mengajari anda tetap tekun bertahan dalam aksi.

LAPS adalah konsep yang akan menunjuki anda jalan sukses. Gunakanlah ia sebagai panduan anda dalam belajar dan berlatih menguasai keterampilan menulis sehingga anda dapat bersenang hati karena pada akhirnya anda juga dapat melihat karya tulis anda diterbitkan, seperti saya. Juga seperti penulis lainnya. Mau?